JAKARTA, SRIPO — Polda Metro Jaya menahan sekelompok suporter sepak bola, Persitara Jakarta Utara (The North Jack). Mereka diduga melempari iring-iringan kendaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tengah melintas di tol dalam kota Cawang menuju Priok.
Menurut polisi, motif pelaku hanya sekadar iseng.
Usai terjadi peristiwa tersebut anggota polisi langsung memberhentikan bus yang ditumpangi para suporter tersebut. Enam orang yang berada di atap bus pun akhirnya diperiksa secara intensif.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafly Amar membenarkan pemeriksaan para remaja iseng tersebut. “Memang ada enam remaja yang di atap metro mini yang diduga melakukan pelemparan. Di dalam bus terdapat ketapel dan kelereng yang diduga dipakai untuk melempar rombongan presiden,” terang Boy.
Karena para pelaku masih di bawah umur, nampaknya polisi tidak akan melakukan penahanan. “Kemungkinan besar tidak ditahan karena umur mereka antara 16-17 tahun. Anaknya iseng saja, nanti kita evaluasi,” tambah Boy.
Sementara itu Koordinator suporter The North Jack, Farid mengaku tidak melihat adanya tindakan pelemparan benda terhadap rombongan kendaraan SBY.
“Kalau saya lihat ada suporter melempar rombongan kendaraan Presiden, pasti akan saya amankan,” kata Farid.
Dikatakan, kendaraan yang ditumpangi pendukung “Laskar Si Pitung” itu berpapasan dengan rombongan kendaraan Presiden SBY di ruas Tol Wiyoto Wiyono di daerah Rawamangun, Jakarta Timur. Farid menjelaskan dirinya mendengar suara sirine mobil rombongan Presiden SBY dengan kecepatan yang tinggi dan tidak terjadi kepadatan atau kemacetan sekitar pukul 14.30.
Panglima The North Jack itu mengungkapkan para suporter berencana menyaksikan pertandingan Persitara melawan PSPS Pekanbaru di Stadion Bojonegoro Sumantri, Kuningan, Jakarta Selatan sekitar pukul 15.30.
Namun setelah keluar Tol Kuningan, iringan kendaraan suporter itu dibawa petugas Polisi Jalan Raya (PJR) menuju Markas Polda Metro Jaya karena diduga ada oknum suporter melempar rombongan kendaraan Presiden SBY.
Polda Metro Jaya sempat mengamankan ratusan suporter yang menggunakan lima unit Metromini bernomor polisi B-7928-EN, B-7691-LD, B-7502-EW, B7009-LA dan B-7306-EP, serta satu unit bus Mayasari bernomor polisi B-7045-PD. Namun dua unit Metromini dan satu bus Mayasari sudah meninggalkan Polda Metro Jaya, sedangkan tiga unit Metromini lainnya hingga saat ini masih tertahan di depan Gedung Biro Operasi.
Farid menyatakan sekitar 70 suporter Persitara yang menumpang tiga unit Metromini nomor rute T-41 itu menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Sementara itu, dua orang suporter, yakni Acong warga Jalan Tugu Utara RT12/04, Jakarta Utara, diduga membawa kelereng dan katepel dan Ato asal Jalan Tugu Utara RT12/09 membawa stik kayu kasti dan kayu berbentuk martil.
Hingga Rabu petang , suporter itu masih bertahan di Polda Metro Jaya dan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dengan pengamanan pendukung tim sepakbola itu maupun informasi insiden pelemparan kendaraan Presiden SBY.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar